Kenapa Kawasaki Tidak Ikut MotoGP? Ini Alasan utamanya!

Kenapa Kawasaki Tidak Ikut MotoGP?

MotoGP menjadi kompetisi balap motor terbesar di dunia yang diikuti oleh sejumlah pabrikan motor besar dunia.Yamaha, Honda, Suzuki, Ducati, Aprilia hingga KTM berusaha menjadi juara balap motor paling bergengsi di dunia saat ini.

Namun dari sekian banyak pabrikan besar yang bersaing di MotoGP mengapa tidak ada Kawasaki dalam daftar tersebut?

Hal ini tentu mengherankan bagi sebagian orang, Kawasaki yang dikenal sebagai pabrikan otomotif yang telah mendominasi ajang balap World Superbike selama 5 tahun berturut-turut dan bahkan dikenal memiliki reputasi sebagai produsen Hyperbike tercepat di dunia, namun tidak berani bertarung di ajang MotoGP?

Sebentar, sebelum kita menghakimi keputusan Kawasaki Racing Team untuk tidak ikut serta ajang balap MotoGP mari kita bahas alasan mereka.

Sebenarnya Kawasaki Racing Team pernah turut serta dalam balap MotoGP yakni mulai tahun 2002 hingga 2008 atau sekitar tujuh tahun lamanya.

Namun tim dengan warna khas lime green ini memutuskan untuk hengkang dari kompetisi ini dengan beberapa alasan.

Medio tahun 2007 hingga 2008, dunia mengalami krisis ekonomi global yang berdampak ke segala sektor, termasuk dunia balap.

Alasan finansial inilah yang membuat Kawasaki mundur dari seri balapan MotoGP.

Pada tahun 2008, Kawasaki kemudian menyampaikan rencana mereka untuk mundur kepada operator balap MotoGP, Dorna.

Dorna yang tidak ingin langkah Kawasaki untuk mundur dari MotoGP diikuti oleh tim pabrikan lainnya, menyarankan agar pabrikan tetap menyuplai motor kepada Hayate Racing Team. Kawasaki menyetujui saran tersebut.

Hayate Racing Team merupakan tim satelit Kawasaki yang hanya memiliki satu pebalap saat itu, yakni Marco Melandri. Namun, meski tidak diunggulkan, Hayate Racing Team justru mampu meraih podium kedua saat balapan di Le Mans, Prancis. Tidak hanya itu, sepanjang musim 2009, Marco Melandri konsisten finis 10 besar.

Hasil positif yang mampu diraih oleh Hayate Racing Team tidak menggugah Kawasaki untuk kembali ke ajang balap MotoGP, bahkan pada tahun 2009 mereka sepenuhnya menghentikan pengembangan ZX-RR bagi Hayate Racing Team. Sehingga sejak musim 2010 hingga saat ini, kita tidak lagi melihat motor Kawasaki di paddock balap MotoGP.

Mengapa Kawasaki seperti menolak untuk kembali berlaga di MotoGP? Alasan finansial adalah alasan utamanya.

Seperti yang kita ketahui, MotoGP merupakan ajang balap motor prototipe, artinya motor yang digunakan adalah motor yang dirancang khusus untuk MotoGP dan tidak diproduksi massal.

Tim-tim yang ikut serta pada ajang balap bergengsi ini harus melakukan riset dan pengembangan motor yang tidak murah, setiap tim menghabiskan dana 50 hingga 60 juta Euro setiap musimnya atau setara dengan dengan 880 miliar hingga 1 triliun rupiah untuk berlaga di MotoGP.

Besarnya dana yang dibutuhkan untuk mengikuti seri MotoGP secara penuh dan ditambah pabrikan asal Jepang tersebut kesulitan untuk bersaing di posisi puncak turut menjadi alasan.

Selama keikutsertaannya di MotoGP sejak musim 2002 hingga 2008, Kawasaki hanya mampu meraih lima podium.

Podium pertama diraih Shinya Nakano yang finis di posisi ketiga pada tahun 2004, setahun setelahnya Oliver Jacques mencatatkan namanya setelah finis di posisi kedua.

Pada tahun 2006, Shinya Nakano kembali naik podium kedua.  Randy de Puniet menyumbangkan podium keempat untuk Kawasaki setelah mempertahankan posisi kedua hingga finish di tahun 2007 dan Pada tahun 2009, Marco Melandri yang membalap untuk Hayate Racing Team mampu meraih podium kedua pada satu seri MotoGP.

Minimnya prestasi Kawasaki diajang balap MotoGP dikarenakan motor yang kurang kompetitif, dana yang terbatas membuat tim pengembangan motor Kawasaki kesulitan mengatasi keluhan pembalap soal bagian depan yang bermasalah dan traksi yang tidak optimal saat keluar tikungan. Selain itu, pembalap juga mengeluhkan motor Kawasaki sulit dikendalikan.

Lepas dari MotoGP, pada tahun 2010 Kawasaki mengalihkan fokus utama mereka pada ajang balap World Superbike. Berbeda dengan MotoGP yang menggunakan motor prototipe yang dibangun khusus untuk mengikuti seri balapan, World Superbike menggunakan motor pabrikan yang diproduksi massal.

Hal ini membuat dana riset dan pengembangan motor balap Superbike menjadi lebih murah. Kawasaki sendiri menganggarkan dana 4 juta dollar untuk mengikuti seri balap Superbike dibanding saat mereka mengikuti seri MotoGP yang membutuhkan 50 – 60 juta dollar untuk satu musim.

Dengan dana 4 juta dolar, Kawasaki mampu bersaing di posisi puncak World Superbike, hal ini ditandai dengan keberhasilan Tom Sykes menjadi juara dunia  World Superbike di tahun 2013.

Meski kalah oleh Aprilia di tahun 2014, Kawasaki yang menunjuk Jonathan Rea untuk menungganggi Kawasaki ZX10RR kembali mendominasi gelar juara dunia. Tercatat Kawasaki enam kali juara dunia secara beruntun dari tahun 2015 hingga 2020.

Kenapa Kawasaki Tidak Ikut MotoGP?

Melihat dominasi Kawasaki yang tidak terkalahkan selama 5 tahun terakhir, Dorna yang juga operator ajang World Superbike membuat regulasi terkait homologasi sepeda motor yang dapat turun di ajang balap Superbike.

Dorna beralasan hal tersebut untuk memberikan persaingan yang adil bagi setiap tim, namun dalam sebuah editorial SpeedWeek.com, aturan tersebut merupakan upaya Dorna untuk mendesak Kawasaki dan membuat mereka mau kembali ke MotoGP.

Yoshimoto Matsuda, Kepala Pengembangan Motor Superbike Kawasaki Racing Team, juga mengeluhkan bila peraturan-peraturan tersebut tidak adil bagi timnya. Namun, dirinya menegaskan timnya akan berusaha melewati batasan tersebut

Selain itu, dirinya menegaskan bila MotoGP bukan jalan yang benar bagi Kawasaki, persyaratan mesin dan teknologi yang harus dipenuhi diluar kemampuan Kawasaki.

Intinya, masalah pendanaan merupakan momok bagi Kawasaki untuk kembali ke ajang MotoGP. Selain itu, Kawasaki juga tentu saja tidak akan meninggalkan ajang World Superbike yang telah membesarkan namanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *