6 Perbedaan ajang Balap MotoGP dan World Superbike

perbedaan motogp dan superbike

Apakah kamu pernah bertanya-tanya apa perbedaan utama antara balap MotoGP dan Superbike? Jika iya, mari kita ulik satu persatu.

MotoGP dan World Superbike (WSBK) merupakan dua ajang balap motor paling terkenal di dunia, kedua ajang tersebut telah menyedot atensi jutaan penggemar balap selama bertahun-tahun.

Kedua ajang balap tersebut diatur oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dengan rangkaian peraturan teknis yang ketat oleh Dorna, selaku operator balap.

Di permukaan, baik MotoGP dan Superbike tampak memiliki kesamaan; pembalap kelas dunia yang mengendarai motor balap di lintasan sirkuit terbaik di dunia.

Namun, cuman pada hal tersebut kesamaan pada ajang balap motor ini, selebihnya seperti spesifikasi sepeda motor, anggaran tim, sirkuit, basis penggemar dan besaran hadiah yang diberikan sangat jauh berbeda.

Melalui artikel ini, kita akan mengulas perbedaan MotoGP dengan Superbike secara lebih mendalam.

Simak artikel lengkapnya di bawah ini sebagaimana kami kutip dari RedBull.com.

Sejarah

Berbicara sejarah, MotoGP lebih dulu eksis, ajang balap motor prototipe ini pertama kali digelar pada tahun 1949 di Eropa dengan nama FIM Road Racing World Championship Grand Prix.

Sedangkan, World Superbike baru diadakan pada tahun 1988 di Amerika Serikat sebagai antitesis MotoGP dengan melombakan motor-motor produksi massal dan tersedia di pasaran.

Meski demikian, Superbike tidak memiliki aturan jumlah tim dan jenis motor yang boleh berkompetisi.

Tim-tim Privateer dapat bersaing dengan tim pabrikan dengan sepeda motor yang sama.

Musim Balap

MotoGP memiliki musim balap yang lebih panjang daripada Superbike, setiap tahun MotoGP digelar sebanyak 19 seri yang digelar pada awal Maret hingga akhir November.

Sedangkan, Superbike hanya memiliki 13 seri setiap tahunnya yang dimulai pada pertengahan Februari hingga akhir Oktober.

Anggaran Tim

Anggaran Tim MotoGP sangat mahal dibandingkan Superbike.

Setiap tim yang berlaga di MotoGP setidaknya menghabiskan dana 50 hingga 60 juta Dollar atau setara dengan 880 miliar hingga 1 triliun rupiah setiap tahun untuk mengikuti ajang balap MotoGP.

Anggaran tersebut digunakan pada riset dan pengembangan motor, pengujian, akomodasi, staff dan lain sebagainya.

Berbeda dengan Superbike yang dimana setiap tim hanya dibolehkan menganggarkan 4 juta dollar setiap musim, dana tersebut difokuskan pada gaji pembalap dan staff.

Selain itu, penerapan teknologi pada Superbike sangat dibatasi, sehingga biaya yang dibutuhkan setiap tim tidak semahal MotoGP.

Sepeda Motor

Meski secara desain sepeda motor yang dipakai pada ajang MotoGP dan Superbike memiliki kemiripan. Namun, kedua mengusung mesin yang berbeda.

Motor-motor yang dilombakan di World Superbike merupakan versi balap daripada motor produksi massal.

Sebaliknya, MotoGP menggunakan sepeda motor prototipe yang dirancang dan dibangun khusus untuk mengikuti ajang balap, sehingga motor-motor yang digunakan pada MotoGP tidak dapat digunakan pada jalanan umum.

Hal ini berarti sepeda motor yang digunakan pada ajang MotoGP dibangun dari nol dengan bahan berteknologi tinggi seperti serat karbon, titanium dan magnesium.

Selain itu, regulasi MotoGP soal engine tuning juga sedikit dibanding regulasi di Superbike sehingga dalam hal ini motor MotoGP memiliki kecepatan yang lebih tinggi.

Kapasitas Mesin

Dorna selaku Operator MotoGP dan Superbike menerapkan regulasi mesin yang berbeda.

Pada MotoGP, setiap tim harus menggunakan mesin 4-tak dan kapasitas mesin motor harus kurang dari 1.000 cc.

Tim-tim di MotoGP umumnya menggunakan mesin 4-silinder dengan konfigurasi V4 atau L4 dengan daya maksimum 260 tenaga kuda.

Sedangkan, Superbike juga mengharuskan penggunaan mesin 4-tak, namun Dorna mengizinkan penggunaan mesin 3 hingga 4 silinder dengan kapasitas minimum 750 cc dan maksimal 1.000 cc.

Power maksimum mesin yang berlaga di Superbike sekitar 200 tenaga kuda.

Teknologi

Tim-tim di MotoGP diberikan kebebasan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi tinggi pada motor balap mereka.

Teknologi tinggi seperti Gearbox Seamless, Crossplane Crankshaft, Katup Pegas Pneumatik hingga Rem Cakram Carbon akan kamu temui bila kamu membaca lampiran spesifikasi MotoGP.

Tidak jarang, teknologi yang ditemukan, dikembangkan dan diaplikasikan pada MotoGP diadopsi oleh pabrikan untuk motor produksi massal mereka.

Sedangkan penerapan teknologi tinggi pada Superbike sangat dibatasi, Dorna mengharuskan tim-tim mempertahankan struktur dan desain produksi asli motor tersebut.

Sehingga, penggunaan rem karbon dan rangka titanium tidak diizinkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *