Jenis dan Spesifikasi Oli Mesin yang Digunakan Motor MotoGP

oli motogp

Seperti yang kita ketahui bersama, MotoGP adalah ajang balap sepeda motor yang melombakan motor prototipe yang dibangun khusus untuk ajang balap ini saja.

Setiap motor yang berlaga di MotoGP setidaknya memiliki lebih dari 2000 komponen yang dirancang khusus oleh tim riset dan pengembangan berdasarkan masukan data dari musim sebelumnya dan masukan dari pembalap.

Tidak hanya komponen rangka, mesin dan aerodinamis saja, divisi riset dan pengembangan pada setiap tim MotoGP juga bekerja merumuskan spesifikasi oli mesin yang sesuai kebutuhan motor mereka.

Bukannya oli mesin motor dipasok oleh produsen oli yang menjadi sponsor tiap tim? Ya, setiap tim yang berlaga di MotoGP umumnya memiliki sponsor dari produsen oli, sebut saja Repsol yang menjadi sponsor untuk tim pabrikan Honda, kemudian ada Eneos yang mendukung tim pabrikan Yamaha, atau Federal Oil yang menjadi sponsor utama tim satelit Ducati, Gresini Racing dan masih ada produsen oli yang menjadi sponsor tim balap MotoGP.

Dukungan produsen oli pada tim MotoGP tidak hanya soal materi, melainkan juga dukungan dalam hal penyediaan pelumas yang sesuai dengan kebutuhan motor balap. Khusus untuk ajang MotoGP, oli mesin yang digunakan merupakan oli yang dirancang khusus untuk sepeda motor tersebut atau pabrikan menyebutnya Experimental Oil.

Sesuai namanya, oli MotoGP ini disediakan oleh produsen oli berdasarkan spesifikasi khusus yang diminta oleh tim-tim MotoGP, sehingga tiap motor memiliki spesifikasi oli yang berbeda. Dorna selaku operator balap motor paling bergengsi ini tidak membuat aturan khusus untuk menggunakan oli mesin dengan spesifikasi tertentu.

Hal ini membuat tim-tim di MotoGP dapat melakukan eksperimen dengan memaksimalkan formulasi base oil dan zat aditif terbaik yang bisa mereka dapatkan.

Spesifikasi oli motor MotoGP umumnya terbuat dari base oil dengan zat aditif yang memaksimalkan perannya dalam meminimalisir friksi antar komponen, sehingga dapat mengeksploitasi seluruh kemampuan yang dimiliki oleh mesin.

Bukankah oli mesin yang dijual dipasaran juga memiliki zat aditif yang dapat mengurasi friksi antar komponen? Ya memang benar, oli motor yang diproduksi secara massal juga diformulasikan dengan base oil dan zat aditif guna membersihkan ruang mesin dari residu pembakaran dan meminimalisir friksi yang dapat menyebabkan aus mesin.

Perbedaan oli mesin MotoGP dengan oli motor biasa adalah oli motor balap lebih mengutamakan peran pelumas untuk meminimalisir friksi antar komponen, sedangkan oli motor biasa umumnya membutuhkan oli yang dapat melindungi komponen dari aus, meningkatkan performa dan memperpanjang usia pakai komponen mesin.

Selain itu, oli motor biasa memiliki usia pakai yang relatif panjang, yakni hingga 2000 hingga 5000 km. Sebaliknya, Oli motor balap MotoGP tidak dirancang untuk memiliki usia pakai yang lama, sesaat setelah sesi latihan atau setelah balapan oli mesin langsung diganti dan oli bekas dikirim ke laboratorium produsen oli untuk melihat sejauh mana efektifitas oli mereka saat balapan.

Baca Juga:

Demikian pembahasan mengenai jenis dan spesifikasi oli mesin motor MotoGP, semoga ulasan yang kami berikat dapat membantu kamu memahami lebih lanjut fakta MotoGP satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.